Tren SEO Persiapan Menghadapi Tantangan Baru

Di kutip dari pageone.co.id Tren SEO 2022 yang perlu dicermati dari sekarang supaya kita bisa menghadapi tantangan tahun depan dengan persiapan yang matang. Sepertinya sekarang hampir semua orang sudah sangat memahami pentingnya SEO untuk mendatangkan pengunjung. Artinya tingkat persaingan semakin tinggi. Karena itu kita harus memastikan kalau kita setidaknya selangkah di depan mereka supaya website kita tetap menjadi yang terdepan.

SEO merupakan dunia yang sangat dinamis. Meskipun filosofi dasar search engine tetap sama, implementasinya terus berubah. Karena itu kita memang harus selalu terus memantau perubahan terbaru sehingga kita bisa segera mengambil langkah yang diperlukan untuk menghadapinya. Saat pergantian tahun adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi apa yang terjadi tahun lalu dan melihat ke depan. Memprediksi tren SEO 2022 sehingga strategi dan teknik SEO yang kita gunakan efektif untuk menghadapi perubahan yang terjadi.

Bagaimana cara kita mengetahui apa yang akan menjadi tren SEO 2022? Kalau kita memiliki jam terbang SEO yang cukup tinggi mungkin kita bisa melakukan pengamatan dan mengambil kesimpulan sendiri. Tapi kalau tidak, sebaiknya banyak-banyaklah mendengar pandangan para pakar SEO terkemuka. Memang namanya pendapat tidak bisa juga kita serta-merta anggap benar. Sebaiknya kita tidak hanya terpaku dengan pandangan satu dua orang saja karena masing-masing pakar pendapatnya bisa jadi berbeda-beda.

Kesimpulan saya setelah mendengar pandangan dari banyak pakar dan praktisi SEO yang menjadi referensi dunia SEO internasional dikombinasikan dengan pengalaman dan pedapat saya sendiri, berikut adalah poin-poin paling penting dari tren SEO 2022.

1. Peran Artificial Intelligence Akan Semakin Besar

Perkembangan teknologi AI yang semakin maju membuat aplikasinya ke dalam banyak aspek semakin mendalam, dan SEO bukan merupakan pengecualian. Justru dari jauh-jauh hari Google sudah sering kali mengatakan kalau penggunaan teknologi AI pada search engine akan sangat ekstensif.

Karena AI semakin mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan konten yang tersebar di dunia maya, peranan AI dalam SEO merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Bagaimana bisa menghindsari aementara Google sendiri menggunakannya pada algoritma RankBrain yang merupakan salah satu faktor ranking yang sangat penting di tahun 2022 yang akan datang.

Sejak Google memperkenalkan RankBrain para praktisi SEO di berbagai belahan bumi mulai memantau pengaruhnya pada SEO dan bagaimana menghadapinya.

Anda sudah siap? Kalau belum mungkin anda perlu seorang konsultan SEO.

Seperti biasanya, Google tidak akan pernah memberi tahu kita “jeroan” sistemnya, termasuk bagaimana RankBrain menganalisa dan memahami konten. Tetapi banyak pakar SEO meyakini kalau Google menggunakan parameter-parameter user experience untuk memastikan korelasi antara konten website dan keyword yang dipakai pengguna saat melakukan pencarian.

Apa saja parameter user experience yang digunakan Google dalam menentukan ranking?

Banyak. Diantaranya click-through rate, time spent on website, dan sebagainya. Parameter-parameter user experience inilah yang menjadi faktor-faktor penentu yang digunakan RankBrain dalam menentukan prioritas konten untuk menentukan ranking.

Apa konsekuensinya?

Saat menyusun strategi SEO 2022, pastikan anda memasukkan penguatan konten yang terorganisir dengan baik dan menarik sekaligus bermanfaat bagi pengunjung website sehingga perilaku mereka di dalam website dinilai Google sebagai signal bahwa pengalaman mereka, user experience yang mereka dapatkan, memuaskan.

2. Konten Panjang Akan Mendapat Nilai Lebih

Sejumlah riset yang dilakukan perusahaan, konsultan, dan pakar SEO dunia memberikan hasil yang konsisten. Konten panjang merupakan bagian dari strategi SEO yang wajib digunakan agar kita bisa menjaring dan membuat pengunjung betah berlama-lama di dalam website dan akhirnya melakukan apa yang kita ingin mereka lakukan.

Seberapa panjang?

Riset menunjukkan bahwa halaman konten dengan panjang 3000 kata menjaring traffic paling tinggi dan lebih sering dibagikan melalui kanal-kanal media sosial. Karena itu pastikan kalau mau mengikuti tren SEO 2022, fokuslah pada konten panjang.

Benarkah mesti sebanyak itu?

Mungkin kebanyakan orang tidak suka membaca tulisan panjang-panjang. Tapi kenyataannya memang tulisan-tulisan yang memberi manfaat maksimal bagi pembacanya ya biasanya memang panjang. Kenapa? Kalau kita bicara manfaat, mungkin saja pendekpun bisa bermanfaat. Tapi kalau kita bicara manfaat optimal bahkan maksimal, detail itu merupakan salah satu parameter yang juga sangat penting. Nah kalau sudah detail yang dikejar, semakin detail ya konsekuensi langsungnya semakin panjang.

Semakin banyak manfaatnya, semakin orang merasa penting untuk membagikannya. Entah membagikan melalui kanal-kanal media sosial sehingga mendatangkan traffic lebih besar selain menjadi social signal, atau melalui blog sehingga menjadi backlink.

Manfaat lain dari konten panjang adalah perlu waktu lama untuk membaca sampai tuntas. Lagi-lagi, mereka yang kebutuhannya tidak cukup mendalam mungkin akan melewatkannya. Tetapi mereka yang memang benar-benar membutuhkan informasi yang ada disitu akan membaca dengan seksama sampai tuntas. Tahu dong kalau lama waktu yang dihabiskan pengunjung pada satu halaman web, pada satu website, merupakan bagian dari “core  web vital”, parameter-parameter ranking factor paling berpengaruh dalam SEO.

Bagi banyak orang, membaca tulisan panjang memang sering menyulitkan. Apalagi kalau membacanya menggunakan smartphone yang layarnya memang jauh lebih kecil daripada laptop atau monitor PC. Ada beberapa cara yang harus kita terapkan agar meskipun konten kita panjang banget, bukan hanya sekedar cukup panjang, tetap enak dibaca dan mudah difahami. Salah satunya dengan memecah-mecah pokok pikirannya kemudian memisahkannya menjadi bagian-bagian dengan judul atau sub-judul sendiri.

3. Mobile-Friendy Tidak Bisa Ditawar Lagi

Semakin hari proporsi jumlah pengguna internet yang mengakses website menggunakan smatphone terus membesar. Salah satu persoalan yang sampai sekarang masih sering menjadi kendala adalah tampilan website yang dirancang untuk layar komputer, baik monitor desktop atau laptop tidak nyaman untuk dilihat melalui layar smartphone yang jauh lebih kecil dengan orientasi portrait.

Untuk memastikan kalau para pengguna yang melakukan pencarian mendapatkan hasil yang memuaskan, sejak tahun 2015, selain kualitas konten Google kemudian mulai memasukkan “search engine friendliness” sebagai salah satu faktor penentu ranking alias ranking factor. Artinya Google memprioritaskan website-website yang search engine friendly bagi mereka yang melalukan pencarian dengan menggunakan smartphone. Mungkin logikanya sederhana saja, meskipun kontennya berkualitas tinggi, kalau susah dibaca kan tidak akan banyak membantu.

Proporsi pengguna internet yang mengakses melalui smartphone terus saja bertambah. Bahkan riset memperkirakan pada tahun 2025 prosentasenya akan mencapai 75%. Menyikapinya, tahun 2019 Google memperkenalkan pendekatan baru yang disebut mobile-first indexing. Artinya tanpa melihat device pengguna yang melakukan pencarian, Google memberikan prioritas lebih tinggi pada website yang mobile friendly.

Jadi kita tidak lagi punya pilihan lain. Kalau mau mendapatkan traffic melalui ranking organik dari search engine, mobile friendly itu sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

4. Konten Harus Memenuhi Prinsip EAT

Prinsip EAT ini diperkenalkan oleh Google sebagai panduan kita dalam membangun konten. EAT disini merupakan singkatan dari Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness.

Experitse secara singkat dapat diterjemahkan sebagai keahlian. Maksudnya konten itu harus dibuat oleh orang yang memiliki keahlian yang relevan, atau setidaknya kualitasnya nampak seperti dibuat oleh orang yang memiliki keahlian. Salah satu parameternya adalah detail yang secara kasat mata dapat diukur lewat panjangnya.

Authoritativeness merujuk pada apakah konten itu hanya sekedar pendapat pribadi atau memang didukung oleh rujukan-rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu yang digunakan sebagai tolok ukur biasanya adalah link dari konten tersebut pada sumber-sumber pendukung, seperti bibliografi pada buku atau makalah. Untuk mendongkrak authoritativeness, pastikan kalau sumber-sumber yang kita jadikan rujukan juga memiliki EAT yang tinggi.

Trusworthiness adalah tingkat kepercayaan terhadap konten tersebut. Yang dijadikan tolok ukur adalah rujukan, backlink dan social signal terhadap konten itu. Pastinya backlink dari website atau halaman web yang memiliki EAT tinggi akan membawa pengaruh lebih besar.

5. Peran Video Dalam SEO Makin Dominan

Pastinya semua sudah melihat bagaimana sekarang video menjadi komponen vital komunikasi. Popularitas Tiktok membuat bahkan perusahaan-perusahaan besar sekalipun sudah sangat serius memanfaatkan portal-portal berbasis video semetara portal-portal lain turut mengadopsi konsep yang sama pada layanannya, sebut saja misalnya Reels dari Instagram. Adopsi pendatang yang mengusung konten video oleh portal yang sudah lebih dahulu mapan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya popularitas Youtube membuat Facebook kemudian menambahkan fitur video pada portal besutannya.

Mengadopsi komponen video sudah merupakan keharusan kalau anda benar-benar serius dengan SEO.

Terdengar agak bertolak belakang? Memang. Karena dulu kita selalu dicekoki jargon bahwa SEO itu hanya soal teks. Search engine tidak membaca gambar apalagi video. Mungkin memang tidak sepenuhnya salah. Meskipun teknologi sudah demikian maju sehingga komputer mulai bisa memahami foto dan video, teks tetap merupakan fokus SEO.

Tapi semakin kesini sarch engine terutama Google semakin mempertegas pentingnya pengalaman pengguna sebagai faktor dalam menentukan ranking. Kalau para pengguna internet lebih menyukai komponen video pada website atau halaman web yang dikunjunginya, maka itulah yang harus kita sediakan.

Posting Komentar

0 Komentar